Melakukan perawatan rutin dengan mengunjungi tempat servis bukanlah sesuatu yang asing bagi pemilik mobil. Hal ini dikarenakan kinerja kendaraan akan menurun seiring berjalannya waktu, dan servis reguler merupakan cara terbaik untuk menjaga mesin agar bisa terus beroperasi dengan performa terbaiknya. Nah, hal yang sama pun berlaku pada AC mobil Anda. Seiring bertambahnya usia, keausan dapat terjadi dan hal tersebut sangat mungkin menurunkan kinerja AC. Untuk menghindarinya, Anda perlu melakukan servis reguler pada AC mobil Anda secara berkala. Berikut ini adalah beberapa komponen pada AC mobil yang membutuhkan perawatan rutin.

  1. Freon

    Saat membawa mobil Anda ke tempat servis AC mobil, freon adalah hal pertama yang akan diperiksa oleh teknisi servis. Pertama-tama, mereka melakukan pengecekan pada suhu kabin saat AC dioperasikan, guna memastikan sistem pendingin dapat menghasilkan suhu antara 5° sampai dengan 10° C. Jika ternyata level freon turun dan AC tidak dapat menyejukkan mobil dengan baik, maka teknisi servis akan menggunakan pengukur tekanan dan mesin pengisian ulang gas untuk menambahkan freon ke level yang seharusnya.

  2. Saluran

    Saluran atau selang AC berfungsi untuk mengalirkan freon sebelum diubah dan didistribusikan ke seluruh kabin mobil menjadi uap dingin yang sejuk. Selagi memeriksa level freon, teknisi servis juga akan melakukan pengecekan pada komponen ini untuk mencari tahu apakah ada kemungkinan kerusakan. Jika ternyata ditemukan kebocoran atau keretakan, mereka akan mengganti saluran AC demi menjaga performanya.

  3. Kompresor

    Kompresor merupakan komponen paling mahal dan paling penting yang terdapat pada sistem AC mobil. Kompresor yang tidak berfungsi dengan baik dapat membuat kegagalan pada seluruh sistem pendingin. Untuk menghindari kerusakan kompresor akibat keausan, cara terbaik yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan perawatan rutin ke tempat servis AC mobil, agar teknisi servis dapat melakukan pemeriksaan berkala untuk mencegah kebocoran dan mengaplikasikan pelumas.

  4. Kondensor

    Kondensor bertugas untuk merubah freon dari bentuk gas ke bentuk cair. Saat melakukan perawatan rutin, kondensor perlu diperiksa untuk melihat apakah ada sumbatan debu atau serpihan-serpihan kecil pada komponen ini. Sebab kondensor yang tersumbat dikhawatirkan dapat menurunkan efisiensi AC dan menghasilkan udara yang tidak segar. Jika ternyata kondensor dalam keadaan kotor, maka teknisi servis akan mencucinya dengan tekanan air yang ringan agar tidak merusak permukaan siripnya.

  5. Evaporator

    Karena berfungsi untuk mendistribusikan uap dingin, evaporator menjadi komponen AC yang paling rentan mengalami penumpukan kelembaban. Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, selain kandungan airnya dapat merembes pada sistem kelistrikan vital yang ada di bawah dashboard mobil, evaporator akan lebih mudah ditumbuhi oleh bakteri dan jamur. Oleh sebab itu, untuk mencegahnya diperlukan perawatan anti-bacterial yang berfungsi untuk menghilangkan kemungkinan bau apak pada AC mobil.

  6. Filter Dryer

    Tugas utama filter dryer adalah menyaring kotoran agar AC yang didistribusikan ke seluruh kabin mobil tetap bersih dan segar. Namun lama-kelamaan, kotoran yang menumpuk dapat membuat kinerja AC jadi menurun. Karenanya, komponen ini perlu diganti dengan yang baru setiap 15.000 km sekali.

AC mobil yang memiliki performa yang baik tentu akan memberikan kenyamanan berkendara bagi Anda dan keluarga selama bepergian ke luar rumah. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak pernah melewatkan jadwal perawatan reguler di tempat Service AC mobil untuk meminimalisir kerusakan pada sistem pendingin akibat debu dan keausan komponennya.

Baca Juga  Penyebab & Cara Mengatasi AC Mobil Bau